Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Religius pada Siswa di SMP Negeri 2 Aek Natas, Kabupaten Labuhan Batu Utara
Keywords:
Karakter, guru, pendidikan, religious, strategiAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter religius sebagai respons terhadap gejala dekadensi moral yang melanda sebagian generasi muda, yang termanifestasi melalui penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, kriminalitas, kekerasan, dan perilaku tercela lainnya baik secara moral maupun personal. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi, membawa dampak positif sekaligus negatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif yang dilaksanakan pada 10–22 Mei 2024. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, siswa, dan guru lainnya yang dipilih melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan memilah data berdasarkan hasil triangulasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter religius meliputi kegiatan rutin seperti pembacaan Yasin setiap hari Selasa, ceramah agama oleh guru maupun siswa, dzikir bersama, menghadirkan tokoh agama untuk memotivasi siswa, pembangunan mushalla untuk kegiatan rutin Jumat, serta kegiatan ekstrakurikuler keagamaan seperti membaca Al-Qur’an, salat Dhuha dan salat Zuhur berjamaah. Adapun tantangan yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan karakter berasal dari guru itu sendiri, minat dan lingkungan pergaulan siswa, lingkungan sekolah, serta latar belakang keluarga. Upaya yang dilakukan guru antara lain memberikan nasihat dan motivasi baik kepada siswa maupun orang tua untuk menumbuhkan karakter religius.