Persepsi Siswa terhadap Konten Ibadah dalam Media Sosial dan Dampaknya terhadap Pembelajaran PAI di SMA UISU Medan
Kata Kunci:
Konten ibadah, media sosial, PAI, pembelajaran, persepsiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terhadap konten ibadah yang mereka akses melalui media sosial serta dampaknya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Swasta UISU Medan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya penggunaan media sosial oleh generasi muda sebagai sumber utama informasi keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan siswa dan guru PAI, serta dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi positif terhadap konten ibadah di media sosial, terutama pada platform Instagram dan TikTok yang dianggap mudah diakses, singkat, visual, dan komunikatif. Konten yang populer mencakup tutorial ibadah, motivasi keagamaan, hingga kajian singkat. Dampak positifnya adalah meningkatnya motivasi spiritual, antusiasme dalam mengikuti pembelajaran PAI, dan partisipasi aktif dalam diskusi kelas. Namun, terdapat pula dampak negatif berupa kebingungan akibat perbedaan informasi dengan materi sekolah, krisis otoritas guru, serta distorsi prioritas ibadah ketika siswa lebih fokus pada amalan viral daripada kewajiban pokok. Guru PAI merespons fenomena ini dengan strategi dialogis, memanfaatkan konten media sosial sebagai bahan diskusi kritis dan menumbuhkan literasi digital keagamaan siswa. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial berperan signifikan dalam membentuk pemahaman keagamaan generasi muda, sehingga pembelajaran PAI perlu mengintegrasikan pendekatan digital tanpa mengurangi kedalaman ajaran Islam.